Jl. Mayjen Ishak Djuarsa, nama jalan ini diambil dari salah satu pahlawan indonesia yaitu Ishak Djuarsa. Jalan ini berawal berawal dari Jembatan Merah - Batlimbang Kementrian Lingkungan Hidup - Persimpangan Gunung Batu - Pasar Gunung Batu - Yonif 315 Garuda Bogor. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah kemacetan sepanjang jalan tersebut. Kemacetan tersebut diakibatkan oleh menumpuknya jumlah kendaraan terutama di Persimpangan Gunung Batu.
Foto Persimpangan Gunung Batu
Permasalahan tersebut secara rinci diakibatkan oleh:
1. Tidak berfungsinya lampu merah
2. Tidak adanya pengatur lalu lintas
3. Jalur angkot berkumpul menjadi satu
4. Jumlah angkot terlalu banyak
5. Lebar jalan tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut
6. Angkot sering berhenti dan berkumpul di salah satu ruas jalan
Salah satu penyelesaian yang paling ideal untuk masalah tersebut adalah menggunakan Bundaran Lalu Lintas.
Foto Bundaran Lalu Lintas
Bundaran (roundabout) merupakan salah satu jenis pengendalian persimpangan yang umumnya dipergunakan pada daerah perkotaan dan luar kota sebagai titik pertemuan antara beberapa ruas jalan dengan tingkat arus lalu-lintas relatif lebih rendah dibandingkan jenis persimpangan bersinyal maupun persimpangan tidak bersinyal.
Pada umumnya bundaran dengan pengaturan hak jalan (prioritas dari kiri) digunakan di daerah perkotaan dan pedalaman bagi persimpangan antara jalan dengan arus lalu-lintas sedang. Pada arus lalu-lintas yang tinggi dan kemacetan pada daerah keluar simpang, bundaran tersebut mudah terhalang, yang mungkin menyebabkan kapasitas terganggu pada semua arah.
Bundaran paling efektif jika digunakan untuk persimpangan antara jalan dengan ukuran dan tingkat arus yang sama. Karena itu bundaran sangat sesuai untuk persimpangan antara jalan dua lajur atau empat lajur. Untuk persimpangan antara jalan yang lebih besar, penutupan daerah jalinan mudah terjadi dan keselamatan bundaran menurun. Meskipun dampak lalu-lintas bundaran berupa tundaan selalu lebih baik dari tipe simpang yang lain misalnya simpang bersinyal, pemasangan sinyal masih lebih disukai untuk menjamin kapasitas tertentu dapat dipertahankan, bahkan dalam keadaan arus jam puncak.
Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Pada bundaran terjadi konflik antara kendaraan yang berbeda kepentingan, asal maupun tujuan. Berkaitan dengan hal tersebut perencanaan bundaran harus direncanakan dengan cermat, sehingga tidak menimbulkan akses yang lebih buruk, misalnya kemacetan lalu-lintas Kemacetan lalu-lintas menimbulkan kerugian yang lebih besar yaitu biaya yang makin tinggi akibat pemborosan bahan bakar, polusi udara, kebisingan dan keterlambatan arus barang dan jasa.
Untuk hasil akhirnya kurang lebih seperti ini:
Untuk hasil akhirnya kurang lebih seperti ini:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar